by

Upacara Suci Ngaben

Upacara Suci Ngaben

Saat seseorang meninggal, perjalanan rohnya menuju Tuhan akan tergantung dari karmanya semasa hidup. Karma ini juga meliputi anak-anak dan keturunannya. Oleh karena itu, doa dari para keturunan sangat penting maknanya dalam mendorong perjalanan roh seseorang ke alam suci. Pelaksanaan Ngaben mengikuti hari baik, biasanya pada Sasih Karo menuju Sasih Kapat dalam penanggalan Jawa-Bali. Itu pada saat sarwa sari sedang nedeng atau ketika alam pun sedang indah. Dalam kalender Masehi, sekitar bulan September menuju Oktober.  Jika seseorang meninggal, yang mati sebenarnya hanya jasad kasarnya saja sedangkan rohnya tidak. Oleh karena itu, untuk menyucikan roh tersebut, perlu dilakukan upacara Ngaben untuk memisahkan roh dengan tubuh fisiknya.

ngaben

Bagi masyarakat di Bali, Ngaben adalah momen bahagia karena dengan melaksanakan upacara ini, maka pihak keluarga yang masih hidup telah melaksanakan kewajiban mereka. Oleh karena itu, upacara ini selalu disambut dengan suka cita. Mereka percaya bahwa kesedihan justru akan menghambat perjalanan roh. Ngaben mampu menarik perhatian para wisatawan khususnya yang berasal dari mancanegara karena keunikan dan megahnya upacara ini. Puncak Upacara suci Ngaben adalah prosesi pembakaran keseluruhan struktur yaitu Lembu atau vihara  berserta dengan jenasah. Prosesi Ngaben memerlukan waktu yang cukup lama dan biaya yang tidak sedikit. Bagi jenasah yang berasal dari kasta tinggi, upacara suci ini dapat dilaksanakan selama 3 hari. Namun, untuk keluarga yang berasal kasta rendah, jenasah harus dikubur terlebih dahulu. Saat ini, masyarakat Hindu di Bali banyak yang melakukan upacara Ngaben secara massal untuk mengemat biaya. Sebagian jasad yang sudah dikuburkan digali kembali. Tulang belulang dibersihkan, dibungkus kain putih sebelum diletakkan dalam keranda kayu yang disusun di area setra atau kubur desa. Secara keseluruhan, terdapat suatu nilai penting dalam upacara Ngaben massal yakni mereka yang masih hidup bergotong – royong membantu upacara. Pada saat asap-asap dari dupa membumbung tinggi, maka saat itulah lantunan doa – doa suci memenuhi langit Bali. Semua orang mengantarkan roh untuk menyatu dengan Sang Pencipta.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *