by

Terlalu lama tidur di kasur punya dampak menyeramkan

Terlalu lama tidur di kasur punya dampak menyeramkan

Siapa juga tentu pernah rasakan bebrapa waktu dimana ia tak menginginkan beranjak dari kasur pada pagi hari serta mengharapkan dapat selalu berbaring di kasur yang empuk. Walau berkesan sebagai yang diimpikan yang mengasyikkan, cuma berbaring ditempat tidur pada intinya adalah ‘mimpi buruk’.

 

Berbaring diatas tempat tidur sepanjang berhari-hari punya potensi mengakibatkan sebagian permasalahan kesehatan. Hal semacam ini di ketahui lewat riset yang dikerjakan oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA). Dalam riset ini, NASA memohon seseorang pria, Andrew Iwanicki, untuk berbaring ditempat tidur sepanjang 70 hari dengan imbalan besar yakni 18 ribu dolar Amerika atau sekitaran Rp 237, 6 juta.

 

Riset itu dikerjakan dengan maksud untuk tahu efek mikro grafitasi pada badan manusia untuk keamanan penerbangan periode panjang untuk astronot. Sepanjang masa riset, Iwanicki juga dibaringkan dengan posisi kemiringan enam derajat ke pojok negatif, dimana posisi kepala agak sedikit lebih rendah. Posisi ini menduplikasi sebagian dampak dari grafitasi rendah di luar angkasa

 

Saat Iwanicki berdiri untuk pertama kalinya sesudah berbaring sepanjang 70 hari, detak jantung pria itu melonjak jadi 150 detak per menit. Selain itu, Iwanicki juga kesusahan untuk berdiri tegak tanpa ada alami pingsan. ” Bukanlah hal yang mengagetkan badan saya bertingkah seperti ini, sudah pasti, ” jelas Iwanicki dalam tulisannya di Vice.

 

Seperti ditulis Huffington, Iwanicki menyampaikan berbaring ditempat tidur sepanjang 70 hari bikin volume darahnya alami penurunan. Cuma dalam 70 hari, Iwanicki menyampaikan volume darah keseluruhan dalam badannya menyusut sampai 20 %.

 

Lewat Life Noggin, narator Pat Graziosi juga mengungkap efek negatif lain yang diakibatkan dari berbaring kurun waktu lama diatas kasur normal tanpa ada pojok kemiringan. Satu diantara efek negatif pertama yang bakal muncul adalah luka baring atauulkus dekubitus.

 

Luka baring ini muncul lantaran desakan dari kasur membatasi aliran darah ke kulit serta jaringan badan di sekelilingnya. Desakan yang sangat besar bakal bikin darah yang memiliki kandungan nutrisi susah mencapai sel di kulit, hingga beberapa sel bakal rusak serta mati.

 

” Jaringan diantara tulang Anda serta tempat tidur ada dalam desakan yang begitu besar dari berat tubuh Anda, ” terang Graziosi.

 

Diluar itu, berbaring diatas kasur normal kurun waktu lama dapat juga menyebabkan nyeri pada tulang ekor, pinggul dan tulang belikat. Tak cuma itu, badan akan jadi lebih lemah, terutama bila badan berbaring tanpa ada bergerak diatas kasur. Hal semacam ini karena sebab otot yang ada dalam keadaan istirahat penuh bakal alami penurunan kekuatannya sejumlah 10 sampai 15 % per minggu, serta dalam tiga sampai empat minggu kemampuan otot alami penurunan sampai nyaris 50 %.

 

Tak berhenti di situ, daya ketahanan badan juga bakal mulai alami penurunan hingga bisa mengakibatkan kelelahan. Massa tulang juga bakal menyusut sekitaran 40 sampai 70 % dari massa asli tulang terlebih dulu. Penurunan massa tulang ini dikarenakan oleh penambahan resorpsi tulang yang cepat.

 

Dalam tiap-tiap dua hari dari imobilisasi, detak jantung bakal bertambah satu detak per menit yang diiringi dengan volume darah yang alami penurunan hingga badan kekurangan konsumsi oksigen. Graziosi juga menyampaikan berbaring kurun waktu lama ditempat tidur mengakibatkan kekhawatiran, resiko batu ginjal serta pneumonia bertambah.

 

” Jadi, walau tempat tidur Anda mungkin saja merasa nyaman, Anda butuh membatasi saat yang Anda butuhkan di kasur. Yakinlah, badan Anda bakal berterima kasih pada Anda, ” pesan Graziosi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *