by

Terdapat Sanksi Untuk Pelajar yang Mengendarai Motor, Benarkah?

Sekarang ini, jumlah kecelakaan yang melibatkan anak dibawah usia makin tinggi, demikian halnya yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat. Lihat hal itu, aplikasi ketentuan larangan mengendarai motor ke sekolah, di rasa semakin diperlukan di semua lokasi Indonesia.

Bahkan juga, dalam diskusi Keselamatan Jalan pada Jaringan Tindakan Keselamatan Jalan (Jarak Aman), yang bekerja bersama dengan Save The Children, keselamatan berlalulintas untuk anak adalah tanggung jawab semuanya pihak.

” Keselamatan berlalu lintas untuk anak butuh jadi perhatian semua stakeholder, karna efek dari kecelakaan adalah rintangan untuk pemenuhan hak anak untuk hidup, ” tutur Central Ruang Senior Manager Yayasan Cintai Tunas Cilik (STC), Brian Sriprahastuti, dalam launching resmi yang di terima Liputan6. com, Rabu (27/9/2017).

Dari data Korlantas Mabes Polri, persentase angka kecelakaan jalan raya paling besar berlangsung pada pemakai sepeda motor. Sedang untuk persentase angka korban jiwa teratas ada di rentang umur 15 hingga 25 th., yang menjangkau 60 % dari keseluruhan korban jiwa pada triwulan satu di 2017.

Disamping itu, anak-anak yang mengendarai sepeda motor maupun jadi penumpang masuk dalam grup rentang umur dengan jumlah korban jiwa teratas itu.

” Karenanya, dinas pendidikan Kota Bandung diinginkan peranan aktifnya untuk buat ketentuan larangan anak dibawah usia untuk mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah, ” imbuhnya.

Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Bandung, Didi Ruswandi mensupport larangan pelajar memakai kendaraan bermotor ke sekolah. Sebab, hal semacam ini bisa menghimpit angka kecelakaan jalan raya, sekalian kurangi kemacetan di Bandung.

” Namun, sebelumnya ini diaplikasikan, Pak Walikota memohon ada jalan keluar transportasi dahulu. Jadi, ini yang perlu diperhitungkan juga, ” tegasnya ditempat yang sama.

Sedang menurut Edo Rusyanto, koordinator Jaringan Tindakan Keselamatan Jalan (Jarak Aman), peranan pemerintah jadi perlu dalam membuat budaya keselamatan berlalu lintas di jalan. Ketentuan larangan anak dibawah usia, jadi satu diantara instrumen dari dunia pendidikan terkecuali sistem edukasi.

” Bandung mungkin mencontoh Dinas Pendidikan DKI Jakarta, yang keluarkan edaran larangan untuk anak didik membawa kendaraan roda dua ataupun roda empat ke sekolah, ” papar Edo Rusyanto.

Surat Edaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang di keluarkan pada 25 Agustus 2015 itu, bahkan juga memberikan isyarat pemberian sangsi untuk pelanggar ketentuan.

Pria yang akrab disapa eyang ini menyebutkan, hal tersebut sisi dari usaha kurangi potensi anak dibawah usia jadi aktor ataupun korban kecelakaan jalan raya jalan.

” Sekitaran 139 ribu anak dibawah usia sudah jadi korban kecelakaan selama 2012-2016 di Indonesia. Belum juga mereka sebagai aktor kecelakaan, yaitu sekitaran 21 beberapa ribu anak, ” ujarnya.

Yuk cek produk kendaraan ramah lingkungan Hoverboard, Smartbalancewheel, Smartwheel, Balancewheel, Blitzwheel !!

Cek yuk kendaraan masa depan Hoverboard, Smartbalancewheel, Smartwheel, Balancewheel, Blitzwheel !!

Cek juga kendaraan ramah lingkungan Hoverboard, Smartbalancewheel, Smartwheel, Balancewheel, Blitzwheel !!

Baca juga artikel kendaraan ramah lingkungan Hoverboard, Smartbalancewheel, Smartwheel, Balancewheel, Blitzwheel !!

Klik Hoverboard, Smartbalancewheel, Smartwheel, Balancewheel, Blitzwheel untuk kendaraan masa depan !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *