by

Tenun Ulap Doyo, Warisan Suku Dayak yang Wajib Dipertahankan

screen-08-07-1030-10-2016

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Pulau Kalimantan, mempunyai kekayaan budaya termasuk juga karya tekstilnya. Satu diantara product tekstil itu yaitu tenun Ulap Doyo. Tenun ini dapat disebutkan sebagai jati dirinya Suku Dayak sebagai warisan turun temurun.

Yulita Renata, pemerhati tenun Ulap Doyo menyampaikan sebagai warisan turun temurun yang membedakan tenun Ulap Doyo dengan tenun lainya lantaran bahan dasarnya terbuat dari serat daun asli. Ulap sendiri bermakna kain, sedanhkan doyo adalah nama daun yang sebagai bahan basic pembuatan kain itu.

“Prosesnya, daun diambil seratnya yang lalu dipintal jadi benang serta segera ditenun. Kemudian di celupkan ke pewarna alam seperti coklat yang datang dari daun ulin serta untuk warna yang pekat di gabung daun seruja serta ulin, : terang Yulita di Jakarta, Jumat (28/10).

Yulita memberikan, waktu sistem menenun benang, mesti hati-hati. Sedang waktu sistem penenunan mesti kencang. Dan kayu pemisah pada sisi atas serta bawah bernama ‘buyung’ jangan pernah lepas. Dia menyampaikan, bila ‘buyung’ lepas jadi sistem tenun mesti diulang dari pertama.

Diluar itu, tenun Ulap Doyo juga penuh dengan prestasi. Menurutnya, tenun ini juga pernah digunakan untuk fashion show diluar negeri, serta banyak disukai oleh orang-orang Internasional. Tertutama motif hitam serta putih polos.

Wanita yang telah tertarik menenun mulai sejak duduk di bangku menengah atas ini mengharapkan, supaya tenun Ulap Doyo bisa terkenal serta tak berhenti hingga disini. ” Saya mengharapkan pengrajin-pengrajinya dapat juga berkembang, ” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *