by

Tanpa Gejala, Kanker Paru-Paru Sering Tidak Dapat Disadari

Screenshot_22

JAKARTA, KOMPAS. com – Kanker paru adalah satu diantara type kanker yang mengakibatkan kematian paling tinggi. Dokter spesialis paru dari RS Persahabatan, Agus Dwi Susanto mengungkap, beberapa besar pasien kanker paru datang berobat pada stadium lanjut, yakni 3 serta 4. Hal semacam itu lantaran umumnya masalah kanker paru tidak menimbulkan tanda-tanda awal.

” Bila masihlah kecil (tumor) umumnya tidak merasa apapun. Kanker paru mulai bergejala saat tentang organ lain serta ukurannya semakin besar, ” kata Agus dalam acara diskusi bahaya rokok di Jakarta, Jumat (27/1/2017).

Bila nampak tanda-tanda, umumnya penyakit telah stadium lanjut. Tanda-tanda kanker paru biasanya batuk terus-menerus yang susah pulih, batuk berdarah, nada serak, mengi, nyeri dada, kelelahan, serta berat tubuh turun tanpa ada sebab yang pasti.

Tanda-tanda kanker paru juga serupa dengan masalah paru atau pernafasan yang lain hingga sering tidak diakui penderitanya.

” Bila tidak teratur cek kesehatan, ya tidak ketemu kemunculan awal kanker di paru, ” ungkap Agus.

Akibat baru di ketahui pada stadium lanjut, angka harapan hidup pasien kanker paru juga begitu rendah. Penyembuhan yang dikerjakan untuk tingkatkan angka harapan hidup serta kwalitas hidup pasien.

” Survival rate rata-rata lima th., namun itu masihlah dibawah 20 % yang dapat bertahan hingga lima th.. Bila dibarengi komplikasi, dibawah lima th., ” terang Agus.

Penyakit kanker paru ini adalah satu diantara penyakit yang dikarenakan oleh rutinitas merokok. Agus mengungkap, kian lebih 80 % pasien kanker paru di RS Persahabatan yaitu perokok.

Satu diantara usaha mencegah kanker paru yaitu dengan tak merokok serta hindari paparan asap rokok untuk perokok pasif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *