by

Pola Gril Mobil Ini Dibuat dengan Penuh Pengorbanan

Lexus LS 500 menjadi salah satu mobil mewah dengan harga wow di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017. Penempatan posisinya paling mentereng di booth, lebih tinggi ketimbang model lainnya.

Selain karena model ini adalah varian flagship yang dijual dengan banderol hampir Rp 4 miliar, ada salah satu keunikan yang buat pecinta seni wajib ketahui. Gril, atau kisi-kisi udara LS 500, benar-benar dibuat dengan ”penuh pengorbanan”.

Adrian Tirtadjaja, General Manager Lexus Indonesia, menjelaskan bahwa filosofi seni yang tinggi, direpresentasikan pada LS 500, termasuk salah satunya pembuatan dengan 5.000 penampang. Inilah yang membuat bagian depan mobil tampak berkilauan bak pantulan sinar dari berlian.

”5.000 penampang itu dibuat selama lima bulan, delapan jam kerja. Ini hanya untuk polanya saja, bukan (pembuatan) barangnya,” ujar Adrian kepada KompasOtomotif, (14/8/2017).

Seni dan Lexus memang tak bisa dipisahkan. Adrian pun menjelaskan bahwa Lexus selalu berusaha ingin membuat orang terpesona. Inilah yang kemudian menjadi bagian dari seni engineering.

Anda akan lebih mengerti lagi ketika berkunjung ke booth Lexus di Hall 5, ICE, BSD City, Tangerang. Lexus Indonesia menciptakan rumah khusus yang sangat nyaman untuk para pelanggannya, dan tentu saja sarat akan nilai seni.

”Salah satu contoh lagi, untuk membuat air dan percikan yang semua penampangnya dari pasir, senimannya harus bersemadi dulu dua jam, meminta ruangan dikosongkan agar tercipta semacam keseimbangan pada goresan seolah air pada pasir.

Lexus LS 500 sendiri punya keunikan seni yang tak dipunyai merek lain. Misalnya, unsur budaya Jepang yang semakin kental menghiasi interior. Konsumen dimanja dengan trim terbaru buatan tangan, kiriko yang terbuat dari seni instalasi kaca khas Jepang, doortrim handcrafted pleated yang dibuat dengan disain berlapis elegan, dan pola artwood terbaru khas Mobil Lexus.

Dashboard bahkan tampil lebih mewah terinsipirasi dari alat musik petik khas Jepang, Koto. Indera penglihatan juga dimanja oleh andon-inspired illumination, seni lampu tradisional Jepang yang ditransformasikan menjadi sistem pencahayaan yang dapat melahirkan efek temaram menenangkan.

Sementara, untuk indera pendengaran, pemilik akan dimanjakan dengan alunan cystal-clear sound dari Mark Levinson Audio System dengan 24 buah speaker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *