by

Perhatikan hal ini sebelum melakukan over kredit

Perhatikan hal ini sebelum melakukan over kredit

Over credit barang apapun tidak dapat dikerjakan asal-asalan. Bahkan juga bila credit itu di ambil dari bank plecit dengan kata lain tukang jual perlengkapan yang sukai keliling kampung.

 

Terlebih ke bank beneran, yang miliki ketentuan baku sekalian ditata oleh undang-undang. Sebelumnya over credit kendaraan bermotor, ada satu hal utama yang perlu di perhatikan.

 

Hal itu yaitu apakah pihak yang memberi credit itu tahu kalau kita bakal lakukan over credit? Bila tidak, cepet-cepet batalin gagasan mindahin keharusan bayar angsuran itu.

 

Jadi gini. Dalam dunia perkreditan, ada yang namanya Undang-Undang Jaminan Fidusia. Ketentuan hukum ini yang buat pemerintah, bukanlah jin, jadi harus kita taati sebagai manusia Indonesia.

 

Pasal 4 undang-undang itu mengatakan, “Jaminan fidusia adalah kesepakatan ikut-ikutan dari satu kesepakatan pokok yang menyebabkan keharusan untuk beberapa pihak untuk penuhi satu prestasi”. Dalam soal credit kendaraan, jaminan fidusia berbentuk kendaraan yang dikredit itu.

Sedang beberapa pihak yaitu creditur serta debitur. Mengenai prestasi yaitu keharusan semasing pihak, umpamanya debitur harus melunasi angsuran menurut ketetapan.

Kita dapat punya masalah dengan ketentuan ini bila over credit kendaraan bermotor tanpa ada sepengetahuan leasing. Sebab leasing masihlah berasumsi kitalah yang terkait dengan mereka.

 

Karenanya, bila ada hal tidak beres dalam pembayaran angsuran kendaraan, yang terkena ya kita sebagai debitur. Wong yang terdaftar di data leasing masihlah nama kita.

 

Orang kerap over credit dibawah tangan lantaran tidak tahu ada ketentuan over credit ini. Bahkan juga ada yang tahu namun berlaku EGP dengan kata lain memang gue fikirin lantaran males ngurus kriteria over credit ke leasing.

 

Walau sebenarnya resiko tidak mematuhi ketentuan over credit tidak main-main lho. Di Bandung, umpamanya, ada warga bernama Teddi yang dipenjara 6 bln. lantaran over credit dibawah tangan.

 

 

Pemicunya, dia over credit motornya ke orang lain tanpa ada ngasih tahu leasing. Permasalahan nampak waktu orang yang beli tidak melanjutkan angsuran.

Leasing yang tidak diberi tahu masalah over credit itu nagih angsuran ke Pak Teddi, namun tidak dibayar-bayar juga hingga berbulan-bulan. Pada akhirnya, leasing membawa masalah itu ke ranah hukum.

Daaan, baamm!! Pak Teddi mesti rasakan dinginnya jeruji penjara sepanjang 6 bln. dikarenakan permasalahan itu.

Ketentuan Over Credit

 

Ketentuan over credit sesungguhnya sederhana banget. Tidak butuh nunggu hingga satu minggu seperti ngajuin credit tanpa ada agunan (KTA).

Prosedur over credit yang dianjurkan supaya aman dari tuntutan hukum begini :

  1. Bilang ke leasing ingin over credit kendaraan, bertanya sebagian prasyaratnya.
  2. Mencari orang yang ingin beli kendaraan dengan over credit hingga ketemu.
  3. Berterus jelas masalah keadaan kendaraan. Bila pernah mogok terkena banjir ya jujur saja. Dari pada kelak ketahuan sendiri ama si konsumen selalu dipermasalahkan.
  4. Datang ke leasing berbarengan yang ingin take over credit berbarengan prasyarat yang diperlukan.
  5. Teken kesepakatan oleh tiga pihak : leasing, debitur, serta orang yang ingin take over.

 

Dengan meniti lima langkah diatas, bermakna tiga pihak yang ikut serta dalam over credit kendaraan bermotor telah tahu masalah transaksi itu. Ada bukti dokumen kesepakatan yang diteken ketiganya juga.

 

Berarti, semuanya pihak mesti mematuhi kesepakatan itu. Bila di masa datang berlangsung credit macet, ya orang yang take over credit yang perlu bertanggungjawab.

 

Jangan sampai ngeremehin hal yang terlihat remeh seperti gini. Terlebih ini masalahnya telah dengan hukum. Bagaimanapun, semua kesepakatan yang telah di buat dengan pihak resmi, seperti leasing serta bank, mesti diurus dengan cara resmi juga bila ada permasalahan atau pergantian.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *