by

Masyarakat Indonesia Tak Akan Pindah dari Sepeda Motor, Benarkah?

Screenshot_6

Kemacetan jadi permasalahan di kota besar di tiap-tiap propinsi. Hal semacam ini juga bikin pemerintah berusaha sediakan fasilitas transportasi masal berbasiskan jalan dengan service optimal.

Menurut Kasubdit Tehnologi Fasilitas Angkutan Umum Kementerian Perhubungan, Nurhadi Unggul Wibowo, satu diantara service yang sekarang ini dikerjakan sediakan 3. 000 unit angkutan umum seperti bus, yang menyebar di semua kota ibu kota propinsi.

“Yang telah terealisasi 700 unit bus besar di Jabodetabek namun operasionalnya itu disubsidi pemerintah daerah, ” ungkap Nurhadi waktu didapati di lokasi Kasablanka, Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Selanjutnya Nurhadi mengemukakan, bus yang sudah dikerahkan pada pemerintah kota bakal dievaluasi dalam sebagian periode.

Disamping itu, Direktur Strategy Business Unit (SBU) Pemeliharaan serta Perbaikan Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD), Bambang Suryo Susakti menyebutkan, keberdaan bus sekarang ini belum dimaksimalkan orang-orang.

“Selama tarif transportasi lebih mahal dari angsuran motor, mereka tidak bakal beralih. Sebelumnya supir service baik, semua sarana baik, lalu tarifnya (terkjangkau), “ katanya Bambang ditempat yang sama.

Bambang menjelaskan, sepanjang prasyarat yang dijelaskan diatas belum dapat terwujud, jadi angkutan umum seperti bus bakal lakukan beragam inovasi untuk peroleh pendapatan.

“Saat ini pemerintah DKI tingkatkan pajak outdoor reklame. Karenanya ada media reklame kami memperoleh revenue yang jumlahnya cukup mencukupi untuk cover cost operasional. Dengan hal tersebut dapat aplikasikan tarif yang lebih rendah, ” terang Bambang.

 

Sumber: http://otomotif.liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *