by

Jangan Sembarang Ganti Lampu Kendaraan

screen-09-11-4928-10-2016

Jakarta, KompasOtomotif – Peredaran lampu aftermarket jenis High Intensity Discharge (HID) atau Light Emitting Diode (LED) nyatanya sampai kini kurang pengawasan. Ada banyak beberapa toko yang jual lampu itu dalam intensitas sinar yang melebih standard regulasi.

Sayangnya, umumnya cuma lihat nilai penambah estetika tanpa ada menghiraukan dampak jelek dari pencahayaan lampu yang berlebihan. Marco, Koordinator Autovision di MGK Kemayoran tak mengingkari kalau sampai kini ada banyak peredaran lampu aftermarket yang tidak cocok dengan regulasi.

” Diluaran (tempat lain) masihlah ada yang demikian, namun bila bicara dari patokan regulasi sekarang ini Autovison tetap masih ikuti. Contoh untuk daya bias atau candela rata-rata kami masihlah dibawah 10. 000, ” ucap Marco pada KompasOtomotif, Rabu (26/10/2016).

Menurut dia, untuk product keluaran Autovision sendiri senantiasa coba penyesuaian dengan mobil baru dari pabrikan. Diluar itu, walau statusnya aftermarket namun product yang di tawarkan rata-rata adalah product yang pas untuk dipakai harian, dari mulai daya hingga type warnanya.

” Makin tinggi Kelvin warnanya bakal makin putih, plus-minus tentu ada. Makin jelas, namun ganggu orang lain. Untuk Mobil baru sekarang ini rata-rata gunakan yang 5. 000-an Kelvin, kami juga telah mulai menurunkan stock lampu yang mempunyai Kelvin diatas 6. 000-an, ” tutur Marco.

Walau minim sosialisasi sekitar lampu, tetapi ia mengharapkan pemakai kendaraan dapat bijak waktu bakal pilih serta menempatkan lampu LED atau HID. Minimum tahu batasan yang aman dipakai untuk sesama pemakai jalan lain.

” Sekurang-kurangnya sebelumnya beli mereka bertanya dahulu ke toko, berapakah besar dayanya, Kelvinya, dan sebagainya. Janganlah cepat tergoda dengan jenis serta mencari yang jelas saja, sekurang-kurangnya mencari info, ” kata Marco.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *