by

Dahlan Iskan Merasa Diincar Penguasa, Lolos Mobil Listrik tetapi Tersangkut Kasus BUMD

screen-09-05-5028-10-2016

JAKARTA, KOMPAS. com — Masihlah fresh dipikiran kita bagaimana gunakan surutnya bekas Menteri Tubuh Usaha Punya Negara Dahlan Iskan dalam proyek mobil listrik.

Mimpi Dahlan jadikan mobil listrik eksis mesti kandas karena proyek ini dikira beperkara di Kejaksaan Agung. Proyek pengadaan 16 mobil listrik disangka merugikan negara sejumlah Rp 32 miliar di tiga BUMN.

Waktu masihlah menjabat sebagai Menteri BUMN pada 2013 silam, Dahlan memohon PT BRI, PT Perusahaan Gas Negara, serta PT Pertamina untuk jadi sponsor pengadaan mobil listrik manfaat mensupport KTT APEC di Bali.

Sesudah proyek itu rampung ditangani, 16 mobil listrik berjenis electric microbus serta electric executive bus itu rupanya tidak bisa dipakai lantaran tak di buat seperti harusnya.

Mobil itu cuma dirubah di bagian mesin hingga manfaat mobil tak maksimal. Hasil uji di ITB menyebutkan kalau pembakaran bahan bakar di mesin tak maksimal serta menyebabkan mesin cepat panas serta turun mesin.

Lolos masalah mobil listrik

Nama Dahlan juga terdaftar dalam dakwaan tersangka dalam masalah ini, yakni Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi.

Dasep sudah divonis tujuh th. penjara. Tetapi, waktu vonis dibacakan pada 14 Maret 2016, hakim pengadilan tindak pidana korupsi menyebutkan kalau Dahlan Iskan dapat dibuktikan tidak ikut serta dalam sangkaan korupsi pengadaan mobil listrik.

Hakim berasumsi sangat prematur bila menyebutkan kalau perbuatan terdakwa berbarengan dengan saksi Dahlan Iskan.

Sebab, pengadaan 16 unit mobil listrik untuk konferensi APEC itu adalah kesepakatan yang disetujui oleh Dasep Ahmadi dengan tiga perusahaan yang bersedia jadi sponsor, yakni PT PGN, PT BRI, serta PT Pertamina.

Kejagung masihlah incar Dahlan

Mendengar vonis hakim yang menyebutkan Dahlan tidak ikut serta, Kejaksaan Agung ajukan banding. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Spesial Arminsyah yakini ada keterlibatan Dahlan dengan cara aktif dalam masalah itu.

” Apa kajiannya, mungkin saja saja tersangka. Lantaran kan dia paham buat mobil listrik yang buat akhirnya tak benar, ” tutur Arminsyah waktu itu.

(Baca : Kejaksaan Agung Bakal Seret Dahlan Iskan dalam Masalah Mobil Listrik)

Arminsyah berasumsi Dahlan berniat bikin mobil listrik yang tidak cocok dengan klasifikasinya. Dahlan dikira tahu apa yang ia kerjakan salah serta mengakibatkan negara tidak untung, namun tetaplah dilanjutkan.

” Saat dia buat mobil listrik, dia ingin pamer agar diliat hebat, ” kata Arminsyah.

” Seperti begini, dia menembak orang dalam kaca. Yang ditembak kan orangnya, bukanlah kacanya. Namun kacanya pecah. Itu teori kesengajaan sebagai peluang, ” lanjut dia.

Dijerat masalah BUMD Jawa Timur

Berselang sebagian bln. lalu, Dahlan kembali punyai urusan dengan kejaksaan. Dahlan di panggil oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk disuruh bersaksi dalam masalah pelepasan aset BUMD Jawa timur.

Disangka, pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) berbentuk 33 tanah serta bangunan tanpa ada prosedur yang diputuskan itu merugikan negara miliaran rupiah.

Mulai sejak pertengahan Oktober 2016, penyidik teratur memanggil Dahlan untuk bersaksi dalam masalah itu. Sampai panggilan ke lima, Dahlan diputuskan sebagai tersangka.

Tidak cuma itu, Dahlan juga segera kenakan rompi tahanan demikian keluar dari gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kamis (27/10/2016) petang. Ia ditahan di Lapas Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

Dahlan mengakui tak kaget kalau dia bakal ditahan dalam masalah yang dirasakannya. Dia terasa sampai kini tengah diincar penguasa tanpa ada menyebutkan siapa pihak yang dia maksud.

(Baca : Dahlan Iskan : Saya Telah Lama Diincar Penguasa)

Terkecuali Dahlan, bekas Manajer Aset PT PWU yang aktif menjabat Ketua DPC Partai Hanura Surabaya, Wisnu Wardhana, telah diputuskan sebagai tersangka pada masalah yang sama mulai sejak awal Oktober lantas serta ditahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *