by

Awas! Mengejan Bisa Picu Pendarahan di Otak

Screenshot_3

Banyak aspek yang mengakibatkan pecahnya aneurisma otak. Untuk pasien aneurisma, sebaiknya waspada saat mengejan untuk buang air besar (BAB) maupun hembuskan napas dari hidung (meniupkan). Pasalnya bebrapa aktivitas itu dapat tingkatkan resiko pendarahan di otak.

Menurut Dr Sahil Parikh, asisten profesor kedokteran di University Hospitals Case Medical Center di Cleveland, walau resiko pecah begitu kecil, orang yang mempunyai aneurisma mesti waspada. ” Untuk pasien yang mempunyai aneurisma, bakal disarankan untuk hindari bebrapa tingkah laku itu, ” kata Parikh.

Tersebut delapan aktivitas yang tingkatkan resiko terjadinya pecahnya aneurisma :
Minum kopi
Minum soda berkafein
Berolahraga yang keras
Hembusan hidung
Terkait seks
Tegang di toilet
Geram
Jadi terkejut
Aneurisma adalah kelainan pembuluh darah arteri otak. Aneurisma berlangsung saat dinding arteri melemah serta benjolan keluar. Mereka bisa berlangsung dimana saja didalam badan, namun begitu beresiko bila di otak, lantaran bisa mengakibatkan stroke (pendarahan) hemoragik bila tonjolan itu pecah.

Dalam studi, yang dipublikasikan on-line pada 5 Mei di jurnal ” Stroke “, peneliti bertanya 250 pasien yang menanggung derita perdarahan subarachnoid akibat nontraumatik aneruysmal. Mereka merampungkan quesioner terstruktur mengenai pemaparan 30 aspek penyebab yang mungkin sebelumnya perdarahan subarachnoid (periode bahaya) serta intensitas paparan pada frekwensi umum.

” Kami menilainya resiko relatif (RR) pecahnya sesudah terkena penyebab dengan design menyilangkan beragam masalah, dengan memperbandingkan eksposur pada periode beresiko dengan frekwensi eksposur umum. Diluar itu, kita mengkalkulasi aspek resiko, ” catat riset itu.

Beberapa peneliti temukan kalau terperanjat tingkatkan resiko aneurisma meledak pada seorang yang telah mempunyai aneurisma tingkat paling tinggi sampai 23 kali lipat. Kemarahan tingkatkan resiko 6 kali. Hal-hal lain yang bisa tingkatkan resiko diantaranya Kopi (2 kali), cola (3 kali), mengejan atau berupaya untuk buang air besar (7 kali), jalinan seksual (11 kali), serta hidung bertiup serta kesibukan fisik yang kuat (baik 2 kali).

” Penyebabnya ini nampaknya bakal mengakibatkan desakan darah tinggi, ” kata pemimpin penulis riset Dr Monique HM Vlak. Pasalnya semuanya delapan aktivitas mengakibatkan desakan darah bertambah.

Vlak menyampaikan sekitaran 2 % dari populasi adalah pasien aneurisma otak. Penyakit ini kerap tanpa ada tanda-tanda serta kerap beresiko. ” Anda tak bisa takut lantaran peluang berlangsung ini begitu langka, ” kata Parikh. ” Saya bakal mendorong pasien tak perlu cemas terlalu berlebih mengenai hal semacam ini serta berkonsultasi dengan dokter mereka bila mereka terasa berisiko aneurisme. ”

Bahkan juga bila Anda mempunyai aneurisma, itu mustahil mengganggu Anda. ” Kami fikir aneurisma tak pernah pecah, ” kata Vlak, seseorang pakar saraf di Utrecht Stroke Center di University Medical Center di Utrecht, Belanda.

” Umumnya aneurisma diketemukan dengan cara kebetulan, lantaran mereka nyaris tak pernah menyebabkan tanda-tanda sebelumnya pecah, ” imbuhnya. ” Bila mereka kerjakan beberapa hal yang mengakibatkan tanda-tanda, seringkali itu sakit kepala yang begitu kronis, yang bertambah kurun waktu kurang dari satu menit. Yang paling akhir yaitu kerap buang air kecil serta dimaksud ‘peringatan kebocoran’.

Menurut Vlak, orang dengan aneurisma mesti hindari cafein serta memakai laksatif bila mereka sembelit.

 

Sumber: http://health.liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *