by

7 Kesalahan Kelola Uang Bagi yang Masih Lajang

Screenshot_3

Melakukan kehidupan sebagai lajang, dapat disebutkan mempunyai beban yang lebih enteng dari pada mereka yang telah menikah. Argumen intinya, sudah pasti lantaran anda belum mempunyai tanggungan segera.

Namun, jadi lajang bukanlah bermakna anda bebas memakai gajimu untuk bersenang-senang. Malah, di waktu lajang berikut anda miliki banya saat untuk menyetabilkan finansialmu.

Supaya nantinya waktu berkeluarga, kecemasan bakal hidup yang layak berbarengan pasangan serta si kecil, dapat diminimalkan. Karenanya, yuk, mari baca penjelasan Tunaiku berikut ini tentang 7 kekeliruan pengelolahan duit untuk yang masihlah lajang :

1. Pengeluaran Tabungan atau Investasi

Waktu single serta belum memiliki keharusan atas anak serta keluarga, mungkin saja anda bakal memikirkan seperti ini : “ah, bolehlah beberapa suka! ” atau berprinsip, “Hidup hanya sekali! ”

Memanglah, tidak ada yang melarangmu untuk menggunakan upah serta traktir sendiri. Meskipun tampak tidak beresiko, jika punya kebiasaan dengan pola fikir seperti ini juga tidak baik, lho.

Umpamanya, tiap-tiap bln. anda beli pakaian seharga Rp 300 ribu, dalam enam bln. saja anda ‘kehilangan’ Rp 1, 8 juta. Tidak merasa, kan? Walau sebenarnya bila duit sebesar ini anda tanamkan di reksadana, anda dapat panen cukup lumayan diakhir th..

2. Hidup dari tanggal-gaji-ke-tanggal-gaji

Tanda-tandanya yaitu anda kerap mengeluh “Akhir bln., nih! ” tiap-tiap tanggal 20-an. Mendadak miskin tiap-tiap mendekati gajian bisa jadi adalah tandanya kalau anda mempunyai rutinitas keuangan yang jelek.

Ini bisa bermakna satu diantara demikian hal : anda tidak memastikan biaya per minggu ; anda buat biaya, namun salah perkiraan atau anda tidak mematuhinya.

3. Mengacuhkan utamanya money tracking

Seperti kata peribahasa, “Kamu tak dapat mengatur apa yg tidak anda ukur”. Dengan kata lain, bila tidak aware duit habis untuk apa sajakah, tentu susah deh untuk membaca pola pengeluaran serta mengontrolnya.

Misalnya saja, cobalah cek rekeningmu satu minggu sesudah gajian. Tentu menyusut kan? Apakah anda dapat menerangkan kapan anda menarik duit serta untuk kepentingan apa? Apakah untuk keperluan keseharian, pengeluaran tidak terduga, atau sebatas jajan impulsif?

4. Sangat banyak kartu credit

Rencana basic kartu credit memanglah mengundang selera : kartu ajaib gratisan yang dapat anda pakai untuk belanja tanpa ada keluarkan selembar rupiah juga. Untuk bebrapa waktu tertekan sih, bisa. Namun, bila memercayakan serta menggantungkan hidup pada kartu credit, yaitu big no!

Lantaran, waktu anda memakai kartu credit, anda bakal menggunakan duit semakin banyak. Bila memanglah menginginkan, yakinkan kalau argumenmu mempunyai kartu credit memanglah bertanggungjawab, ya!

5. Telat investasi

Saat yang paling pas untuk investasi yaitu saat ini! Makin cepat investasi diawali, jadi makin enteng bebanmu. Maksud berinvestasi dapat berbagai macam, namun yang paling utama pastinya supaya kehidupan di hari esok lebih aman serta nyaman.

Terlebih bila anda telah masuk saat pensiun. Wah, ditanggung anda bakal menyesal bila tidak mempunyai simpanan untuk mendukung hidupmu sendiri.

6. Tidak mempunyai bayangan untuk momen besar, seperti pernikahan

Menikah tidak cuma pada pestanya saja ya, namun tanggung jawab serta keharusan yang datang kemudian. Menyongsong hadirnya anak, angsuran tempat tinggal, atau sebatas keperluan hidup keseharian.

Jadi, waktu anda tidak mempunyai gagasan atau sebatas bayangan untuk melakukan fase hidup yang satu ini, khawatirnya sih anda bakal kelabakan. Terkecuali duit dengan cara fisik, janganlah lupa untuk mengulas rutinitas keuangan semasing berbarengan pasanganmu sebelumnya menikah.

7. Sebatas berdasar pada keyakinan kalau dengan menikah, keuangan bakal lebih baik dengan sendirinya.

Apakah sesudah menikah semuanya utang-utangmu lunas? Tidak, kan? Maka dari itu, janganlah fikir bila mereka yang berumah tangga hidupnya segera berkecukupan. Ada masalah serta perjuangan yang tidak gampang.

Yakin deh, bermodalkan cinta saja tidak cukup! Ingat, menikah memanglah buka pintu rejeki. Namun, asumsinya nih, sebelumnya pintunya terbuka, anda mesti mengetuk serta mengatakan salam terlebih dulu, kan?

 

Sumber: http://lifestyle.liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *